Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SUBHANALLAH TETAP BERBAKTI, INILAH KISAH LENGKAP HAKIM CIUM TANGAN SEORANG TERDAKWA YANG TERNYATA ADALAH GURUNYA WAKTU SD DULU

Dulu, saat kita “nakal” atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah memukul kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orangtua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani.

Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.

Lalu saat kita menjadi orangtua di zaman sekarang… tak sedikit berita orangtua melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai.

Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh walimurid seperti yang dialami teman-temannya. Sudah beberapa guru di Sumatera Selatan dilaporkan walimurid hingga harus berurusan dengan polisi.

Semoga tulisan ini, bagi kita para orangtua atau walimurid, bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan generasi masa depan. Bukan hubungan atas dasar transaksi yang rentan lapor-melaporkan.


Demikian informasi yang dapat kami berikan, kami senantiasa menyuguhkan informasi terbaru, berita viral terbaru yang dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya dari situs-situs resmi yang kami rangkum. Silahkan share dan like fanspage utama kami disitus RepublikMetro.com  dan dapatkan update-update  viral selanjutnya, terimakasih.

Post a Comment for "SUBHANALLAH TETAP BERBAKTI, INILAH KISAH LENGKAP HAKIM CIUM TANGAN SEORANG TERDAKWA YANG TERNYATA ADALAH GURUNYA WAKTU SD DULU"