Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Nyata ! Yang Baca Pasti Meneteskan Air Mata, Berjuang Jadi Kuli Demi Calon Istri Kuliah. Pria Ini Ditinggal Nikah, Tak Disangka 3 Tahun Kemudian....

Aku melihatnya berjalan keluar bersama denga rekan kerjanya, dan dia tampak terkejut ketika melihatku.

Melihat itu, rekan sekantornya bertanya siapa pria itu, “Oh, dia kakak sepupu saya di kampung,” katanya merespon pertanyaan rekannya.

Dadaku serasa sesak mendengar perpakataan itu, namun, dia mencoba menjelaskan kepada saya bahwa aturan perusahaan melarang karyawannya pacaran.

Semuanya akan normal kembali setelah nanti dia naik jabatan. Dan aku percaya saja dengan penjelasannya

Tak lama kemudian, aku bilang mau menikah, tapi dia meyakinkanku dengan alasan kariernya baru menanjak.

Kami memang pacaran jarak jauh, terpisah antar dua daerah.

Sampai suatu hari, ketika kita bertemu dia bilang bosan dengan pacaran jarak jauh, dan bilang akan menikah dengan seseorang.

Bukan main gembiranya aku mendengarnya, aku pikir akhirnya dia bersedia juga menikah denganku.

Tapi tak disangka, dia bilang sudah tidak mencintaiku lagi, dia ingin menikah dengan pria lain.

Sesaat aku terhenyak dan nyaris tak percaya mendengar apa yang dikatakan, namun, tanpa menoleh lagi dia pun pergi meninggalkan aku.

Temanku bilang, ada seorang pria tampan mengendarai mobil mewah sambil membawa kado bertandang ke rumahnya untuk tunangan.

Aku tidak rela, dan ke rumahnya, orangtuanya hanya tahu ada seseorang yang baik hati yang selalu membantunya, tapi tidak pernah tahu sosok orang baik hati ini adalah aku.

Lalu dengan tenang aku bilang aku adalah teman sekolahnya.

Ingin sekali menghadiri pernikahannya, mengucapkan selamat berbahagia dalam resepsi pernikahannya nanti, karena alasan sebagai teman sekolah inilah, aku pun mendapatkan waktu dan tempat pernikahannya.

LANJUT BACA HALAMAN 3

Post a Comment for "Kisah Nyata ! Yang Baca Pasti Meneteskan Air Mata, Berjuang Jadi Kuli Demi Calon Istri Kuliah. Pria Ini Ditinggal Nikah, Tak Disangka 3 Tahun Kemudian...."